Analisis On-Chain: Dasar-dasar untuk Trader

Analisis Teknis melihat harga. Analisis Fundamental melihat proyek. Analisis On-Chain melihat kebenaran. Karena blockchain adalah buku besar publik, kita dapat melihat dengan tepat ke mana uang bergerak sebelum harga mencerminkannya.
Metrik On-Chain Utama
1. Arus Masuk/Keluar Pertukaran (Exchange Inflow/Outflow)
- Arus Masuk Tinggi: Paus mengirim koin ke bursa. Mengapa? Biasanya untuk Menjual. Sinyal Bearish.
- Arus Keluar Tinggi: Paus memindahkan koin ke penyimpanan dingin (cold storage). Mereka berencana untuk menahan jangka panjang. Sinyal Bullish.
2. Skor-Z MVRV (MVRV Z-Score)
Membandingkan "Nilai Pasar" (harga hari ini) dengan "Nilai Realisasi" (harga saat koin terakhir bergerak).
- Secara historis, ini telah menjadi indikator paling akurat untuk menemukan puncak dan dasar pasar Bitcoin.
3. Alamat Aktif
Apakah jaringan benar-benar digunakan? Kenaikan harga dengan penurunan alamat aktif adalah divergensi (pompa palsu). Kenaikan harga dengan kenaikan alamat adalah pertumbuhan organik.
Bagaimana Kami Menggunakannya
Data on-chain lambat—ini bukan untuk scalping. Ini membantu kita menentukan "Bias" untuk Strategi Swing Trading kami.
- Jika On-Chain Bullish: Kami lebih suka sinyal Long.
- Jika On-Chain Bearish: Kami lebih suka sinyal Short.
Ini adalah filter pamungkas untuk memisahkan kebisingan dari sinyal.
Artikel Terkait
Stablecoin: Jalur Penyelesaian Global Baru
SWIFT terlalu lambat. Visa terlalu mahal. Pada tahun 2026, stablecoin memproses $50T setahun, menjadi lapisan dasar untuk pembayaran B2B lintas batas.
BNPL 2.0: Revolusi Kredit B2B
Beli Sekarang, Bayar Nanti (BNPL) bukan lagi hanya untuk sepatu. Pada tahun 2026, BNPL B2B membantu perusahaan membiayai pengeluaran cloud, inventaris, dan langganan SaaS di blockchain.
Hipotek Tokenisasi 2026: Rumah Saya di Blockchain
Penutupan 30 hari adalah sejarah. Hipotek tokenisasi membawa penyelesaian instan, kepemilikan fraksional, dan likuiditas global ke pasar real estat.
